ROSÉ keluar dari kamarnya dengan aura yang sama seperti kemarin dan juga wajah yang pucat pasih sambil membawa kopernya. “Lo mau kemana Rosé?” tanya Lisa kaget. “Pergi, gua udah minta pengacara Papa buat ngurus semua urusan perceraian gua sama J.” “Jangan main-main Rosé.” “Gua bener-benar gak bisa di sini. Pilihan gua adalah pergi dari sini, pergi dari JK sejauh mungkin.” “Rosé, tolong jangan aneh-aneh.” pinta Lisa. Rosé tersenyum tipis sambil memegang perut datarnya. “Gua pernah diposisi kayak gini. Jadi gua akan belajar buat gak jatuh dilubang kesedihan yang sama.” “Gua akan gugurin anak ini. Gua ibunya gak menginginkan dia buat lahir keduni ini, dan gak ada gunanya dia lahir, karna gua dan JK bakal cerai.” lanjut Rosé menahan tangisnya. “Rosé, kita bicarain lagi yaa.” “Gak ada

