38. Istana Kota Besi

2561 Words

 Ramainya pasar di pagi hari membuat mereka singgah di tempat makan. Jira merasa tidak enak hati karena dipesankan banyak makanan. Jira hanya melihatnya saja.'  Sangat menggoda! Mereka baik sekali!!!' pekik Jira dalam hati.  "Jenderal, siapa dia? Kenapa tidak segan padamu?" tanya pendekar berkipas.   Jira terperangah. "Hmm? Ah, dia orang aneh! Punya rumah makan, penjual pedang, dan juga orang baik yang hebat. Sayangnya identitasnya agak tertutupi," jawab Jira sedikit mengerutkan dahi.  "Benarkah? Lalu, kenapa kau mau dengannya? Maksudku, kenapa kalian berjalan bersama? Apa ada tugas? Eee, maaf aku terlalu penasaran!" pendekar berkipas itu merasa malu.  Takk!   Pendekar berwajah dingin itu memukul pendekar berkipas.   "Hei, apa salahku?"   "Banyak omong!" bantah pendekar berwajah di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD