“Boleh gabung gak?” Ucapan seseorang dari belakang Nathan dan Raka, membuat atensi semua orang yang ada di meja itu jadi teralihkan. Mereka langsung melihat ke arah belakang, ingin tahu siapa yang datang. “Luna,” ucap Nathan pelan. Luna tersenyum pada Alea yang tepat ada di hadapannya. “Hai, Lea. Aku boleh gabung di sini?” tanya Luna ramah. Alea yang tidak tahu harus menjawab apa, memilih melihat ke arah Nathan. Tatapan pria itu tidak bisa di terjemahkan dengan baik, karena terlalu datar tapi tajam. Mengingat Luna sudah berdiri terlalu lama dengan nampan di tangannya, akan tidak sopan jika dia menolak permintaan kakak kelasnya itu. Bisa-bisa dia akan jadi bahan gunjingan nanti. “Boleh, Kak. Masih ada yang kosong kok,” jawab Alea sambil sedikit bergeser agar Luna bisa duduk dengan nya

