Part 78 Salma masih saja enggan menjawab pertanyaan dari Sofi. Inilah sengsaranya mempunyai teman yang suka curiga dan terlalu cermat pada sekitar. Salma meruntuki Silma yang tidak mencari teman lebih di bawah kepintarannya saja tapi Silma malah memiliki teman yang sangat mengungguli kepintaran kakaknya tersebut. Sudah dari awal Salma merasa tidak nyaman duduk di dekat Sofi yang mudah sekali curiga dan Salma selalu berhati-hati setiap harinya ketika ada gadis itu disisinya. "Lo masih gak mau menjawab?" tanya Sofi lagi yang gereget ingin mendapat jawaban yang pasti. "Haish kepo amat sih." "Benar kan lo bukan Silma? Lo siapa, maksud gue nama lo siapa?" Sofi menatap penuh keseriusan kepada Salma. "Lo dibayar berapa sama Silvia menguntit gue?" Salma menatap balik ke Sofi sekilas. "G

