78. Jangan Banyak Omong!

1427 Words

"Pergi dari sini atau aku akan melakukan lebih dari ini!" usir White mengancam. "Maaf, Tuan White. Saya ke sini untuk melihat-lihat villa. Jadi kalaupun pergi, saya masih tetap di area ini. Saya harap, Tuan tidak salah paham." Birru masih mempertahankan kebohongannya dengan tersenyum menahan nyeri di sudut bibirnya. Untuk sementara, Birru sengaja berpura-pura bodoh. Menunggu waktu yang tepat dan akan menghadapi White sebagai ayah dari wanita yang dicintai. "Cih! Kau pikir aku percaya?" White tersenyum sinis, "b******n sepertimu sudah biasa berbohong dan menipu orang," imbuhnya mengejek. "Terima kasih, Tuan White." Alih-alih marah, Birru justru tersenyum mengangguk. Jika White bukan ayah Prisma dan Birru tidak menyakiti hati wanita itu di masa lalu. Sudah pasti Birru tidak akan tingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD