Bab 2

743 Words
Kelvin sangat cemburu dengan klien nya itu, Kelvin akui Aisyah sekarang jauh lebih cantik, mungkin semua laki laki akan tertarik dnegan kecantikan gadis itu. Kelvin langsung masuk kedalam ruangan nya tanpa peduli dengan Aisyah yang terus mengekorinya . Brak.! Aisyah kaget mendengar suara pintu dibanting oleh sang bos. Wajah Kelvin merah padam menahan emosi karena mengingat Ilham menatap pujaan hatinya tadi. Sepertinya Ia harus cepat mendapatkan Aisyah sebelum diambil orang . Apa lagi Ilham secara terang terangan menginginkan Aisyah jadi miliknya . ''Apakah aku melakukan kesalahan, Mengapa pak Kelvin kelihatan marah sekali ya?" Ujar Aisyah dalam hati. Tapi ia tidak ambil pusing mungkin bos nya itu lagi capek, jadi kelihatan marah marah gak jelas gitu . Akhirnya jam pulang tiba juga, Aisyah membereskan file file nya hingga tanpa disadari Kelvin sudah berdiri di samping nya. Memang bos nya itu selalu bikin kaget. Aisyah berdiri dan langsung kaget sang bos tepat didepan nya. Jantung mereka berdetak cepat seolah olah mereka sedang melakukan maraton atau apalah nama nya . " Aduh kenapa dengan jantungku .?" Aisyah bergumam. " Mari pulang bersama.!" uajr Kelvin dengan senyuman nya yang sangat tampan menurut Aisyah, ia cukup terkasima melihat tatapan bos nya saat itu penuh dengan kelembutan, biasanya wajah Kelvin seperti kutup utara yang dingin nya melebihi es. Hehehe. " Maaf pak, kosan saya dekat dari sini kok palingan sekitar 15 menitan udah sampe." Ujar Aisyah menolak sopan . Ia merasa tidak enak masa bos yang ngantar karyawan nya pulang . kosan bukannya Aisyah dibilang cukup berada, kenapa dia tinggal dikosan ? Mungkinlah ia belajar mandiri tapi kenapa kosan? Kenapa gak Apartemen saja. Kelvin dengan pikirannya sendiri. " Tak ada penolakan Aish ." Ujar Kelvin menatap dingin ke arah sekretaris nya itu. Aisyah cukup kaget dan heran kenapa pak Kelvin bisa tau nama masa kecilnya . Siapa sebenarnya pria ini .? Kenapa seolah olah Ia mengetahui panggilan itu. Padahal panggilan kesayangan nya dari almarhumah nenek nya . " Baik pak." Aisyah menunduk sambil mengekori bos nya dari belakang, sampai di lift suasana hening menyelimuti keduanya . Begitu juga di dalam mobil, Kelvin tidak berniat sedikitpun untuk menyalakan musik sama sekali. Padahal Aisyah menjadi canggung kalau begini terus . Akhirnya Kelvin memecah keheningan mereka. " Kamu tinggal sendiri di kosan.?" " Iya pak, kedua orang tua saya sudah meninggal. Jadi saya harus hidup sendiri ." Kelvin cukup kaget padahal ayah Aisyah terbilang kaya raya , ia memiliki perusahaan dibidang kosmetik yang sangat terkenal. Tapi kenapa Aisyah harus banting tulang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Sepertinya ada yang gak beres ini, sebaiknya aku harus cari tau tentang masalah yang sedang gadis ini hadapi sekarang. Kelvin tidak mau menanyakan kemana perusahaan yang sedang berkembang pesat saat ini. Ia merasa tidak mungkin bertanya kemana,? padahal mereka baru ketemu. Rasanya tidak sopan saja, ia ingin pendekatan terlebih dahulu dengan Aisyah, supaya gadis itu tidak risih dengannya. Akhirnya sampai di depan rumah Aisyah, kos kosan yang mini tapi terlihat rapi dan bersih . " Terimakasih ya pak." Ujar Aisyah sambil menunduk, ia sangat takut dengan bos nya itu. " Hmmm iya ." Ujar Kelvin tersenyum, Aisyah terpana dengan senyuman pak bos nya. Baru kali ini ia melihat senyuman sang bos, sungguh tampan bukan bos nya ini. Coba setiap hari Kelvin penuh dengan senyuman pasti banyak para wanita mendekatinya. Aisyah langsung keluar dan menutup pintu mobil, bosnya melambaikan tangan pada Aisyah. Lagi lagi Aisyah dibuat tercengang dengan sang bos dingin nya ini. Ternyata semudah itu dekat dengannya, sangat berbanding terbalik dengan sifat dingin yang sering pria itu tunjukan dikantor . ***** Hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa Aisyah sudah setahun bekerja disana. Kelvin semakin dekat dengannya, sekarang mereka seperti kakak dan adik. "Aish nanti malam ada acara nggak ?" Ujar Kelvin bertanya. Aisyah tampak berfikir " Sepertinya gak ada deh pak emang kenapa ?" Pria itu tersenyum dan mengacak rambut Aish . Aishah cukup deg deg an dengan sikap Bosnya ini. Manis sekali. "Aku mau ngajak kamu dinner, sekalian ada yang ingin aku sampaikan ". Kelvin sudah bertekad ingin melamar pujaan hatinya, cinta pertamanya ini. "Yaudah kabari saja ya pak tempat nya dimana, Biar aku kesana nanti ". Ujar Aisyah sambil tersenyum dan itu membuat Kelvin terpaku melihat senyuman yang sangat cantik dan manis itu. Kan Kelvin makin gemes pengen gigit aja trus dikarungin bawa pulang deh. Hehehe bercanda ya Aish. " Nanti Aku jemput , tak ada penolakan ". Ucap Kelvin dengan suara rendah dan penuh penekanan tapi terdengar maskulin di telinga Aisyah .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD