Menjelang tidur malam, Laura mendapat pesan masuk dengan pemilik nomor yang tidak diketahui. Nomor asing yang mengajaknya untuk bertemu. Nomor yang mengaku sebagai Bunda Naren. Laura mengernyit. Untuk apa Bunda Naren meminta bertemu dengan dirinya tanpa sepengetahuan Naren? Apa ada sesuatu yang penting? Atau? Ah, Laura terlalu banyak berpikir yang tidak perlu. Hingga tanpa sengaja membuatnya merasa sakit. Berguling dari sudut ranjang ke sudut lainnya. Bunda Naren hanya mengajak bertemu dengan menyebutkan tempat dan waktunya. Tidak mengungkap alasannya. Juga ada peringatan tersurat untuk tidak menceritakannya pada Naren. Ya Tuhan, pikiran Laura makin tak karuan mengingat pertemuan terakhir antara mereka. Bunda Naren tidak sejahat ibu-ibu di sinetron yang memaksa pacar anaknya untuk mening

