Part 22 - Rumah Naren

1636 Words

Mobil yang dikendarai Naren membelah jalanan kota. Masih tanpa tujuan. Laura yang duduk tepat di sampingnya, diam bagai patung. Ini terlalu tiba-tiba. Jelas saja jika Laura canggung. Bayangkan, duduk berdampingan dengan artis idola dalam satu mobil. Tanpa ada orang lain lagi. Bayangkan saja dulu. Bayangkan. Barangkali saja menjadi kenyataan. "Mm... Kita mau kemana Kak?" tanya Laura akhirnya. "Aduh, kemana ya? Siang-siang gini ternyata rame juga ya. Takut ada yang ngenalin," bingung Naren. Naren kira, tidak akan se ramai sekarang. Tapi ternyata dugaannya salah. Di jalan saja banyak kendaraan berlalu lalang. Bisa dipastikan di mall atau tempat hiburan lainnya juga ramai. "Terus gimana?" tanya Laura. Pertanyaan tersirat meminta kejelasan. "Muter-muter di mobil aja? Terus nanti beli maka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD