“Lho, Mas. Kok cepat sekali pulangnya. Bukannya acara sampai jam sebelas malam?” Malam itu Denis memilih untuk pulang lebih awal di karenakan dia tidak mau ada di sana lama-lama. Takut dirinya goyah kemudian selingkuh. Ada dua anak yang harus dijaga mentalnya. Ada seorang wanita yang harus dijaga hatinya walaupun ada rasa bimbang yang sedang menghampiri untuk bertahan. Senyumannya tulus untuk sang istri yang sedang menidurkan anaknya, menggendong buah hati di ruang lantai satu sampai Denis terkejut melihat istri dan anaknya ada di sini. Dia mendekat kemudian berkata. “Banyak wanita di sana, apalagi yang masih lajang. Aku pulang karena takut tergoda.” Denis tahu dalam acara ini sudah biasa disediakan wanita. Kalau dulu mungkin dia tidak akan menolak saat ada acara seperti ini. akan teta

