“Adek, buruan dong!” Renata menunggu anaknya mengambil sepatu sendirian di lemari. Memilihkan sendiri sepatunya sebelum mereka berangkat ke kantornya Denis. Hari ini mereka bertiga akan diajak ke restoran untuk makan bersama. “Mom, nggak nyampe tangan adek.” Ibu dua anak itu segera menghampiri anaknya dan mengambilkan sepatu yang diinginkan oleh Daren. Meskipun dia sudah dua anak, lihat saja sekarang dia begitu cekatan mengurus anaknya dan juga membagi waktu untuk suami juga. Suaminya setia, suaminya pengertian. Akan mengambil tugas sebagai seorang ayah kalau pria itu ada di rumah. Sudah siap untuk pergi ke kantor Denis yang baru. Mereka bertiga meminta bantuan sopir untuk mengantar sekarang. Renata sudah tidak diperbolehkan menyetir. Meskipun Denis itu pengalah, tetap saja dia mengh

