Sorot matanya Steven sangat tajam. Usai membaca dokumen tentang perusahaan papanya yang kerja sama dengan perusahaan lain untuk membangun hotel. Sedangkan Steven ada dibidang itu. Jasanya tidak digunakan oleh sang papa sendiri. Malah meminta orang lain untuk melakuannya. Keberatan menghampiri hatinya Steven karena ulah sang papa. Di ruang tamu, ketika dia bersama dengan mamanya, papa yang tidak ada di rumah karena ada urusan penting—itu yang dia dengar dari mamanya. Beberapa lama kemudian dia melihat mamanya yang baru saja membawa sebuah dokumen. “Mama temukan ini di kamar. Ini atas nama, Denis.” Mata Steven tidak suka ketika mamanya menyebutkan nama itu. “Denis?” “Adik kamu.” Adik? Kali ini malah semakin membuat hatinya Steven memanas. “Adik aku ya, Jasmine.” “Adik dari Papa yan

