“Apa ini, Lili?” Steven geram melihat kertas berwarna putih dengan menampilkan jumlah belanjanya Lili selama satu bulan ini yang sudah menghabiskan uang puluhan juta rupiah. Sebuah hal yang mengejutkan bagi Steven saat keadaan keuangan tidak membaik. Istrinya malah makin boros tidak peduli dengan pemasukan yang selama ini ke dalam keuangan mereka. Tangan kanannya masih memegang kertas itu dengan tatapan yang menyala kepada Lili. Lili yang masih menyusui anaknya tidak merespons terlalu baik karna dia fokus pada sang bayi. “Aku tidak akan tinggal diam kalau kamu seperti ini, Lili.” “Mas bisa kan jangan teriak-teriak gitu di depan anak kita?” Steven berkacak pinggang melempar belanjaan itu. “Anak kita? Kamu bilang apa barusan?” dia menekankan ucapannya sendiri lalu memberikan peringatan

