Sharon sadarkan diri, sampai sore hari dia masih ada di rumah sakit tanpa ada kunjungan dari siapa pun. Saat infusnya diganti, dia sempat bertanya. “Siapa yang membawa saya ke sini, Sus?” “Yang membawa Bapak ke sini adalah polisi. Lalu pelaku juga sudah diamankan. Tapi semalam Bapak kekurangan darah jadi yang mendonorkan darah tersebut adalah putra Bapak.” “Anak saya?” “Ya, saudara Denis. Dia semalam menunggu Bapak sampai tadi pagi. Tapi dia pamit untuk kerja dan mengatakan kalau dia menitipkan Bapak pada kami. Stok darah di rumah sakit sedang kosong, di PMI kosong juga. Jadi dia yang mendonorkan darahnya usai diperiksa dengan baik untuk memastikan apakah benar cocok dengan Anda atau tidak. Lalu saat diperiksa dia yang cocok, jadi dia mendonorkannya untuk Bapak.” Sharon tidak menang

