54. Perubahan rasa

1518 Words

Ini salahku! Aku yakin bahwa ini adalah salahku. Karena setelah kejadian di toko sepatu itu, hanya aku yang menjadi salah tingkah setiap kali bertemu dengan Kale. Padahal Kale sendiri biasa saja, mungkin kejadian itu sama sekali tidak berarti baginya karena selang beberapa saat setelah dia 'mencium' pelipis ku, dia langsung meminta maaf dengan santai tanpa ada adegan kikuk sama sekali. Yang menyebalkan adalah aku yang kena imbasnya. Bahkan setelah tidak bertemu dengannya di satu hari libur, saat senin perasaanku masih tidak baik-baik saja. Aku bahkan tidak bisa menatap matanya dengan benar. "Lo kenapa sih? Beneran sakit mata?" Aku tidak mendongak sama sekali walaupun Lalisa berdiri tepat di depanku. Maksud dari pertanyaannya adalah karena hari ini aku memakai kacamata hitam ke kantor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD