"Kamu kayaknya baik-baik aja walaupun ditinggal nikah." Aku menoleh malas pada Aleya yang menyuarakan ucapan tidak berguna. "Memangnya, Kakak berharap aku jadi gimana? Jadi gila? Jadi trauma nikah? Jadi enggak suka sama cowok?" Aleya tertawa, membuat aku mendengus malas. "Ya aku pikir, kamu bakalan susah move on. Kan waktu itu kamu juga sampai ngurung diri beberapa hari sebelum dia nikah." Aku mengangkat bahu ku dengan acuh, satu tanganku membalik lembaran buku novel yang sedang aku baca. Fyi, kami sedang berada di dalam kamarku dan Aleya akan menginap malam ini karena suaminya kembali pergi dinas. "Aku pikir juga akan sulit buat move on dari cowok sebaik Fattah. Tapi ternyata enggak juga. Pas datang ke pernikahannya, aku baik-baik aja. Malah dia yang kelihatannya nyesel banget karen

