"Kalian bertengkar?" Aku memilih menunduk daripada harus bertatapan langsung dengan Lalisa. Kami berdua sedang berada di lobi, menunggu taksi online pesanan kami. "Enggak kok. Kayak bocah aja, pakai berantem segala." Padahal kenyataannya kami memang seperti bocah, bocah yang ribut karena perasaan di antara kami. "Habisnya, lo kayak yang menghindar dari dia. Dan dia juga kelihatan bersusah payah buat deketin lo. Sebenarnya, apa aja sih yang terjadi sama kalian?" Aku memiringkan bibirku. Merasa tidak enak hati karena sudah membuat Lalisa penasaran namun aku tidak bisa menceritakan secara gamblang apa yang terjadi. Aku memang menganggap Lalisa seperti sahabat ku, sama halnya dengan Rosa dan Nindi, tapi yang membedakan dan membuat aku segan bercerita pada Lalisa adalah karena Lalisa merup

