“Hati-hati Kak!” Kata Adam sambil memelukku. “Satpamnya Tata Nana kamu doang nih sekarang! Ekstra Bang!” Kataku dan dengan sigap Adam langsung hormat, membuatku tertawa. Ini adalah hari keberangkatanku ke Oslo, yaak ini berangkat sendirian ke Oslo bukan ke Islandia sama Bu Maurice, berangkat bareng Bu Maurice mah udah , hampir tiga minggu yang lalu. Keperluanku di Oslo juga udah selesai. “Selalu telfon rumah ya Kak? Biar ga homesick,” Kata Mama sambil memelukku, bikin aku homesick duluan. “Iya Ma, siap.” “Yang bener kuliahnya, kalo mau kerja boleh, tapi kalo butuh duit bilang oke?” Kata Mama lagi dan aku mengangguk. Lalu giliran Maurice yang memelukku, seperti biasa, pelukannya menenangkan. Aku bersyukur sih ada dia di hidupku. Punya Mama emang lebih dari cukup, tapi Maurice menyem

