23 - Penjara

2388 Words

Pagi ini, aku sengaja bangun lebih awal. Meskipun tadi saat bercermin aku melihat mataku sedikit bengkak, tapi gak apa-apa. Tampangku ga parah-parah amat. Aku turun ke bawah, ikut kumpul bersama yang lainnya di meja makan. “Kak? Are you okay?” Tanya Mama, nada suaranya terdengar khawatir, namun aku tersenyum. “I'm fine.” Jawabku sambil mengangguk. Aku duduk di samping Adam, mengambil selembar roti lalu mengoleskannya dengan selai nanas. Kulipat rotinya menjadi dua lalu mulai sarapan. “Ayah mana Ma?” Tanyaku. “Jam 3 tadi ditelfon.” Jawab Mama, aku hanya mengangguk mengerti. Pekerjaan ayah memang mengharuskannya untuk bisa dipanggil kapan saja. “Aga nanti keluar yaa.” Kataku. “Ke mana?” Tanya Mama. “Ke rumah Gega, Ma.” Jawabku berbohong. “Aku ngikut dong, nebeng ke rumah Om Bisma.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD