Tangisan Malaikat

1015 Words

Dari pagi Albern sudah mencoba untuk menahan rasa sakit yang menggerayangi tubuhnya. Ia masih memakasakan diri untuk beraktifitas seperti biasa meskipun sebenarnya ia ingin sekali merebahkan diri. "Mas bos kok pucet banget?" celetuk salah satu karyawan. "Eh, masa sih?" tanggapnya ringan. "Iya beneran," timpal si kribo. Entah kenapa tiba-tiba saja pandangan mata Alb kabur, tiba-tiba semuanya menjadi gelap dan ... BRUGH! Alb tersuruk, lalu limbung dan ambruk. Dia pingsan, semua orang di sana panik, kecuali satu orang perempuan bernama Stella—dia adalah karyawan baru, yang baru saja bekerja beberapa hari. Perempuan itu dengan sigap mengecek kondisi pernafasan Alb, lalu membaringkannya sambil terus memanggil namanya. "Mas bos, dengar saya kan? Mas bos bangun, bangun ... " ujar Stella

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD