TEMPAT ASING

642 Words
Setelah ditelusuri lebih dalam ternyata tempat aneh ini menyimpan banyak sumber daya yang bisa dimakan. Walaupun bentuk buah-buahan dan tumbuhan lainnya agak aneh tapi rasanya manis dan segar. Winter saat ini sedang mengunyah buah dengan warna amethys dan buah tersebut diselimuti semacam bulu-bulu. Winter tidak tahu apa itu. Rasanya sangat segar, tenggorokan Winter yang tadinya sangat kering kini terasa sangat nyaman. Mungkin ini pertama kalinya bagi Winter memakan buah sesegar ini. Dulu dia hanya bisa melihat anak bangsawan lain dibelikan oleh orang tua mereka buah-buahan yang segar dan lezat. Jangankan diberi buah, dia bahkan kadang tidak diberi makan sesendok pun jika melakukan kesalahan, bahkan bila itu hanya kesalahan sepele. Kadang dia harus mencuri makanan, dan jika ketahuan dia akan dipukuli oleh pelayan. Miris, bagaimana mereka bisa melakukan itu kepada anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Kini Winter melanjutkan perjalanannya, dia harus mencari tempat yang bisa ditinggali untuk dia dan anaknya. Benua Ametyhs, Benua misterius yang kini menjadi persinggahan Winter. Benua itu salah satu Benua yang tidak bisa ditakhlukan. Dikatakan bahwa ada kekuatan aneh yang menolak orang-orang yang ingin masuk ke Benua tersebut, setiap ada yang berani menjangkau Benua itu, kapal-kapal mereka akan hancur dihantam badai. Tidak ada kekuatan sihir yang bisa menjangkau benua tersebut, bahkan penyihir terhebat di benua Aurora dan benua Canary pun tidak bisa melunturkan kekuatan aneh tersebut. Dirumorkan bahwa ada banyak monster mengerikan di dalam benua tersebut. Benua Ametyhs, Benua yang belum tersentuh makhluk jahat sehingga keasrian alamnya tetap terjaga. Banyak hal aneh di Benua ini, misalnya, setengah dari Benua ini adalah es dan setengahnya lagi adalah dunia yang berkebalikan dari es. Tumbuhannya pun aneh misalnya, warna buah yang tidak pernah dilihat Winter, bentuk daun dan pohon yang aneh. Dan juga banyak makhluk aneh yang tinggal di sini, contohnya makhluk kecil yang terus menggosokan tubuhnya ke pipi Winter, hingga Winter kegelian. Makhluk itu mengingatkan Winter kepada kucing, tapi anehnya hewan itu mempunyai tanduk kecil dan sepasang sayap sehingga hewan tersebut beterbangan kesana kemari. Warnanya putih seperti rambut Winter dan terus berbunyi "pi, pi". Jadi Winter menyebutnya Pi. Pi terus menarik tangan Winter untuk mengikutinya, jadi Winter tidak ada pilihan lain selain mengikuti Pi. Setelah Pi berhenti, Winter dikejutkan oleh pemandangan yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin negeri es dan hutan rimba bisa berbatasan seperti ini. Sentuhan Pi di pipinya kemudian menyadarkan Winter dari keterpakuannya. Dia melihat ke arah Pi, dan bertanya kenapa Pi membawanya ke sini. Pi terus mendorongnya masuk ke dalam negeri es tersebut. Awalnya dia pikir akan sangat dingin, tapi tak tahu kenapa rasanya sangat nyaman. Rasanya seperti dia kembali ke tempat asalnya. Dinginnya es tidak mempan terhadap Winter, karena dia sendiri adalah penyihir es. Salah satu penyihir yang langka, yang keberadaanya hanya tertulis di buku lama. Dikatakan bahwa penyihir es pernah muncul 500 tahun yang lalu, tapi kemudian tidak ada kabar tentang keberadaannya, seolah dia ditelan dunia. Pi terus menariknya, sampai dia dihadapkan dengan sebuah istana yang berdiri kokoh di tengah danau es. Istana tersebut diselimuti oleh es dan salju. Entah siapa yang membuatnya, tapi ini sangat mengagumkan. Pi mendorongnya seolah menyuruh Winter untuk masuk ke sana. Tapi Winter tidak tahu bagaimana melewati danau es ini. Tidak mungkin Winter membunuh dirinya sendiri untuk kedua kalinya dalam keadaan mengandung. Raut wajah Pi seolah mengatakan "itu tidak apa-apa, kau tidak akan mati hanya karena danau es itu, jalan saja, cepat! ". Lantas Winter dengan ragu-ragu mulai menginjak danau es tersebut. Winter dikejutkan lagi oleh tempat aneh ini, alih-alih tenggelam, Danau es tersebut malah membeku saat Winter menginjakan kakinya. Winter terus berjalan perlahan-lahan sambil melihat kebawah kalau-kalau danaunya retak atau kemunculan tiba-tiba monster air mengerikan. Winter kemudian mengangkat kepalanya setelah dia rasa dia sudah tidak di danau lagi, dia dihadapkan dengan sebuah pintu es raksasa. Dia bertanya-tanya siapa yang membuat Istana ini dan mengapa Pi membawanya ke sini. Ngomong-ngomong soal Pi, apakah Pi menghilang, kenapa Pi tidak ada disekitarnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD