Setelah mencari-cari tanpa hasil, Kara akhirnya bertanya kepada Philip. Mengetahui bahwa Frank menyita cokelat itu, ia tercengang. "Apa yang sebenarnya ada di otak Setan c***l itu? Tidak bisakah dia membiarkanku bahagia?" Dengan alis berkerut, Kara menghampiri Frank. Begitu melihat pria itu sedang duduk menikmati cokelat, ia terbelalak maksimal. "Tuan, kenapa Anda memakan cokelat itu?" Alih-alih menjawab, Frank malah memasukkan potongan lain ke dalam mulut. Suara Kara seakan tak nyata. "Tuan!" Frank mengernyit. Sebelah tangannya terangkat mengusap daun telinga. "Ini kantor, bukan kebun binatang. Kenapa berteriak begitu?" Kara menaikkan dagunya sedikit. "Itu karena Anda tidak menjawab pertanyaan saya." "Aku memberimu waktu untuk introspeksi diri. Sejak aku memberimu kelonggaran

