Begitu melihat penampilan baru Kara, semua mata melebar. Sebelumnya, Kara mengenakan blouse longgar. Tidak ada yang tahu bahwa ia memiliki bentuk tubuh yang sempurna bagaikan model internasional papan atas. Kini, dengan kemeja sempit dan kancing yang hampir lepas, bukan hanya lekuk tubuhnya saja yang terlihat. Keseksiannya nyaris membutakan mata. Bahkan, sang manajer wanita terpesona padanya. Para pengawal gagal mengendalikan arah pandang dan Frank Harper tanpa sadar menelan ludah. “Kau pikir aku bisa menilai prototipe kalau kau menutupinya begitu? Turunkan tanganmu!” Kara tertunduk semakin dalam. Pipi dan matanya memerah. Ia tahu bahwa Frank bermaksud untuk membalas insiden memalukan kemarin. Namun, ia tidak menyangka bahwa pria itu tega melecehkan dirinya. Melihat Kara menjelma me

