Frank menelan ludah pahit. Awalnya, ia memang marah saat Ben membongkar kebenaran. Ia merasa Kara telah mengkhianati dan diam-diam menertawakan kebodohannya. Ia berpikir gadis itu sengaja menipunya untuk balas dendam. Namun, begitu sadar bahwa sekretarisnya itu tidak memiliki maksud jahat, ia malah lega. Frank bahkan senang karena gadis yang telah mencuri hatinya itu ternyata adalah gadis yang dulu disentuhnya. Mereka telah berbagi sejarah yang sama walau ada banyak hal yang harus diperbaikinya. Sambil memegangi kedua pundak Kara, ia memangkas jarak pandang mereka, berharap ketulusannya dapat terlihat oleh sang gadis. “Tidakkah kau mengerti, Kara? Aku sungguh menyesal. Kalau saja aku bisa memutar waktu, aku tidak akan meninggalkanmu. Saat itu, aku masih seorang pengecut yang hanya ber

