Merebut Perhatian Anak-Anak

1113 Words

“Bukalah,” bisik Frank dengan senyum simpul. Saat menemukan kartu akses di dalam kotak, Kara terbelalak. “Itu kunci kamar kalian.” Alis Kara sontak mengerut. Kartu-kartu itu memiliki warna yang berbeda. Pink untuk Emily, biru untuk Louis, dan kuning untuk dirinya. “Kami ... mendapat kamar yang berbeda?” desahnya ragu. Frank mengangguk. “Kamar itu kosong. Aku senang kalau kalian bisa mengisinya.” Emily dan Louis bertatapan dengan mulut bulat. “Kita punya kamar sendiri?” “Ya. Apa kalian senang? Atau kalian mau kamar yang sama?” “Tidak!” jawab si Kembar kompak. “Sejak dulu, kami penasaran bagaimana rasanya punya kamar masing-masing,” Emily menambahkan. Kara diam-diam meringis. Ia tidak pernah tahu anak-anak memiliki keinginan semacam itu. “Sekarang, bagaimana kalau kita memer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD