Pillow Talk

1608 Words

“Lan …” panggil Bimo pelan, masih menepuk-nepuk punggung Wulan pelan, sesekali mengelusnya. Sedangkan wanita dalam pelukannya itu masih diam dan memeluk dirinya erat. Beberapa jam sudah berlalu, dan Wulan masih menatap kosong ke langit-langit kamar. “Maaf.” Mendengar kata maaf dari Wulan, Bimo berusaha mengurai pelukannya, tapi wanitanya malah semakin menyusupkan wajahnya ke d**a Bimo. Perlahan Bimo merasakan kaosnya basah, dan dia tahu kalau itu karena airmata Wulan yang kembali keluar. “Hei … kenapa nangis lagi? Aku di sini yang salah, Lan. Aku udah kasih kamu luka.” Wulan mengangguk, tapi kemudian menggeleng yang membuat Bimo tertawa di sela kebingungannya. “Aduh!” pekik Bimo saat merasakan panas dan nyeri di perutnya, “Kenapa dicubit akunya?” “Ya habisnya, kamu ngetawain a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD