You're The Winner

2560 Words

“Udah, dong. Jangan nangis lagi, Lan,” pinta Bimo masih menautkan jemarinya dengan jemari Wulan. Sedangkan wanita yang sekarang berjalan beriringan di sebelahnya ini masih tertunduk dalam dan sesekali masih terisak. Bimo menghentikan langkahnya, dihadapkannya tubuh Wulan padanya. Diusapnya airmata Wulan yang tersisa, kemudian mengusap lembut puncak kepala Wulan. Merapikan helai surai Wulan. Ditengadahkan wajah wanita di hadapannya ini untuk bisa memandang ke dalam manik netranya. Bimo masih belum percaya, sekarang tangannya sedang menggenggam erat kedua tangan Wulan. Membuat ujung bibirnya terus tertarik ke atas—seperti orang bodoh. “Ngapain lo senyum-senyum?” “Ya karena seneng aja. Soalnya sekarang kamu udah ketemu.” “Terus? Lo mau siksa gue lagi? Maaf, Bim, kali ini gue nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD