malam ini malam minggu.untuk sebagian pasangan malam Minggu adalah malamnya memadu kasih.bertemu dengan pujaan hati.melepas kerinduan.namun tidak dengan Rain meski usianya sudah cukup matang untuk memiliki kekasih namun hidupnya masih sendiri.ia sendiri tidak mengerti.
bukannya ia tidak berusaha untuk menjalin sebuah hubungan.pernah ia mencoba dengan beberapa wanita bahkan ada salah satu dokter di tempatnya bekerja secara terang terangan mendekatinya. tapi Rain tidak merasakan sesuatu dihatinya.hatinya seolah mati. ia pernah menjalin hubungan dengan teman kuliahnya dulu.hubungannya berjalan beberapa bulan dan Rain sampai frustasi karena hatinya tidak merasakan apa apa.justru ia merasakan kehampaan.pernah suatu waktu ia datang ke psikolog untuk menanyakan prihal dirinya apakan ia punya kelainan.penyimpangan seksual mungkin.tapi hasilnya ia masih pria yang normal.hanya saja ia selalu merasakan ada lubang didalam hatinya.seolah dulu pernah ada sebuah cinta tapi entah dengan siapa.
seperti malam ini Rain merasakan kehampaan.seperti rindu hanya saja rindu dengan siapa. hatinya seolah telah ada yang memiliki.
"drrt.. drrt.. drrt.. ponsel nya berbunyi.
ada panggilan dari rumah sakit. sepertinya panggilan darurat.
" halo dok bisa kerumah sakit sekarang... ada pasien korban kecelakaan.. para dokter banyak yang cuti sebagian mengurus pasien yang lain. bisa secepatnya datang dok..."suara di seberang sana.
dengan cepat Rain menyambar kunci mobil nya.melesat membelah malam menuju rumah sakit tempatnya bekerja.
Rain mengejar langkah.ternyata telah terjadi kecelakaan lalu lintas, tabrakan beruntun. banyak korban yang sedang ditangani oleh tenaga medis.
"cepat dok kemari... ada korban wanita yang sedang terluka parah.." panggil perawat.
secepatnya Rain menghampiri korban wanita itu. Rain terpaku melihat korban yang telah terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan luka di kepalanya darah mengalir di samping dahinya.
"bukankah dia sang penari.." guman Rain dihatinya.