Chapter 10. The Arogan Boss

1606 Words

Reina melihat sebuah kotak putih di atas kabinet yang tak jauh dari meja berkaca dengan empat kaki penyangga perak. Wanita itu mempercepat langkah, lalu mengambilnya dan memeriksa kelengkapan yang ada dalam kotak kayu. "Perban, antiseptik, plester, emm, oke. Lengkap," monolognya. Wanita itu menatap langit-langit. Tak pernah terpikir olehnya akan pengalaman hidup seperti ini. Satu tahun sudah dia bergabung dengan Savana Corporation. Selama itu pula dia tidak pernah mendapat masalah  dengan petinggi-petinggi sebelumnya. Namun, kini dia harus terkurung bersama makhluk menyebalkan yang tak henti mengintimidasi. Berperan sebagai seorang perawat dan juga pelayan. Amarahnya kembali naik satu level. Netra Reina terarah pada meja di samping kiri. Sebuah pigura berdiri miring, menampakkan foto s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD