Chapter 22. The Bad Suprise

1433 Words

"Abi, apa kita tidak bisa menunda ini? Aku ada meeting penting di kantor," Alle berusaha menggagalkan rencana yang sudah lama ditetapkan. "Jangan mengatakan sesuatu yang percuma, Alle. Kau tahu itu tak akan mungkin," sahut Kenzo sembari merapikan dasinya di depan cermin. "Pakai ini!" Zahra menyodorkan setelah jas mahal hitam pada putranya. Dengan gerak malas, Alle menerimanya. "Ummi, tunda beberapa hari lagi, please!" Alle gigih mencoba. Dia harus bisa mengulur waktu untuk menunggu hasil kerja anak buahnya yang terbilang lelet. "Alle, No. Untuk kali ini, Ummi haru berkata 'tidak' padamu. Oke! Cepat kenakan jasmu! Om dan tante sudah menunggu kita di sana," ujar Zahra sembari merapikan dasi suaminya. "Sudah," ucapnya lagi dengan senyum lebar. Penanda bahwa apa yang dikerjakannya telah se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD