Chapter 13. Terlupakan

1513 Words

Mentari semakin terik. Namun Reina, wanita itu tak kunjung berangkat ke kantor. Dia masih termangu di balik kursi kemudi. Ada sebuah rasa yang menahannya. Rasa tak nyaman, yang tercipta oleh perbuatannya sendiri. Dilihatnya jarum jam di tangan, berulang. Dia terus bergerak, sementara dirinya, hanya terdiam. Reina menatap ke depan, lalu membenamkan kepala di atas roda kemudi. Helaan napas berat, keluar dari mulutnya. Seakan ada burung-burung cantik yang sedang menari di atas derita, bersama sejuta tanya berputar di kepala. Bagaimana jika dia bertemu Alle? Bagaimana cara menghadapi CEO itu? Apakah dia akan dipecat? ... dan yang paling mengerikan adalah, bagaimana jika Alle mengatakan kepada orang kantor kalau dia telah mencium laki-laki itu? Ah, sial! Imbas dari kebodohannya begitu b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD