Chapter 15. Luka dan Penyesalan

1458 Words

Setelah hari itu, mereka tak saling menyapa. Saling memegang teguh ego masing-masing. Tak ingin mengalah dan kalah. Si Item hanya menatap dalam diam dua sahabatnya yang membisu di kantin. "Kak Gembul, Kak Meong. Kalian kenapa?" tanya polos yang tak bersambut. Senyum pun tak lagi dia dapat. Keduanya saling membuang muka. Hanya demi Si Item, mereka ada di meja yang sama. Dua bocah tampan itu seperti sedang mengadakan perang dingin. Setiap kali bertemu pandang, seperti ada kilatan mengerikan di antara keduanya. "Ya sudah. Kalau kalian deim terus, aku pergi saja, weeek," ucap Si Item seraya menjulurkan lidah. Keduanya saling memandang dan memercing sengit. "Ini semua gara-gara kamu, Yong. Kalau saja kamu enggak ... Ah, sudahlah! Males aku ngomong sama kamu." Gembul beranjak dari bangku. L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD