"Aku terlambat? Atau kalian yang terlalu cepat." Seorang pria bercambang memasuki ruangan. Pria gagah berjaket kulit hitam tersenyum manis dan terlihat santai, menatap mereka yang kelelahan dan terkapar. Seakan keterlambatannya bukanlah sebuah beban yang berarti. "Karena itulah aku masih belum percaya jika orang sepertimu pernah menjadi jendral, Kris," jawab Ordion lalu tersenyum sinis. Dia tampak tak berselera menengok pria yang bersedekap di antara gawang pintu. Krisna tersenyum miring. Lalu memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengamankan tersangka. "Bukankah ini sebuah kehormatan? Seorang mantan jendral turun tangan hanya untuk meringkus begundal jalanan," elak Krisna dengan keangkuhan palsu sembari mengamati wajah-wajah yang telah dilumpuhkan kedua sahabatnya. "Bang**t!" O

