Jangan dipikirkan

1064 Words

Kediaman Rusmi begitu sepi, hanya ada Alex dengan beberapa mainan yang sedang ia mainkan sendiri. Begitu asik saat Alex melempar bola dan memasukannya ke dalam ring dengan tinggi yang hampir melebihi tinggi badan Alex. Dia sudah besar. Usianya yang sudah menginjak 3 tahun itu terlihat semakin pintar. Alex mampu membawa bola, memantulkannya ke lantai, hingga masuk gol, itu membuat Lupita tersenyum lebar. Lupita bertepuk tangan tanpa ia sangka jika Alex mendengarnya di sana. Alex menghentikan permainan itu dan hanya melihat Lupita dengan tubuh mematung. "Kamu pintar sekali, sayang. Ini untukmu!" Lupita memberikan permen warna-warni berukuran besar itu kepada Alex. Ia begitu senang saat Alex mau menerimanya. Kreekk!! Permen itu pecah. Sama seperti hati seorang ibu yang retak karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD