Patuh

2003 Words

.          “Munduuur!” teriak Vozi begitu lelaki itu sampai di medan tempur kembali. Dia berkuda berputar-putar dalam lingkaran yang besar sambil terus berseru memerintahkan pasukannya mundur. Perang masih terjadi di titik itu. Kekuatan Zakaffa yang masih tersisa, enggan untuk tunduk dan menyerah. Mereka terus berusaha hingga titik darah penghabisan. Jumlah yang terus berkurang, jelas memberikan tekanan psikis yang bertambah besar untuk prajurit Zakaffa. Tak dipungkiri, banyak yang lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Sisa lainnya terus menjaga nama Zakaffa dengan menjadi prajurit pemberani. Banyak yang terbunuh, itu jelas. Dari pihak Benang Merah juga mengalami hal yang sama. Satu perbedaannya adalah mereka menang secara mental. Keadaan Zakaffa yang mengenaskan membuat kepercaya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD