. Merylin menyandar ke bingkai pintu dengan kedua tangan terlipat dan wajah menekuk. Napasnya berembus berat dan panjang-panjang menyaksikan Angkasa yang begitu melindungi Naviza. Dia sangat jengkel dengan semua tentang mereka berdua. Jika bisa, ia pasti sudah menebas leher Naviza sebelum Angkasa sadar, tapi Merylin terbentur perintah Ilion, agar memastikan mereka tetap hidup. Seorang dokter Vocksar sudah pergi beberapa saat lalu setelah membersihkan dan memerban luka Naviza. Angkasa masih berdiri di samping Merylin, menyandar dalam posisi yang sama. Sementara Naviza duduk di atas dipan dengan lapisan empuk yang tipis, menyandar ke dinding dengan kaki lurus. Ruangan itu senyap, ketiganya belum angkat bicara satu pun. Mereka sama-sama tidak saling menatap. Semuanya memandangi ke bawah,

