Panah Hitam

2091 Words

           . Naviza selesai. Dia berhenti karena tubuhnya tak lagi bisa diajak kompromi. Konsumsi energinya telah mencapai batas sementara asupan kalori yang dia makan hari ini benar-benar kurang. Pembakaran ekstra terlalu dia paksakan hingga seluruh tubuhnya merasa kesemutan dan lunglai secara bersamaan. Ia telentang di tengah-tengah halaman rumahnya dengan keringat yang deras membasuh tubuhnya. Seluruh tubuhnya menegang. Otot-ototnya berkontraksi dengan luar biasa. Terutama bagian lengan, perut dan pahanya, kini benar-benar kelelahan. Jantungnya berdetak sangat cepat bersama dengan aliran darah yang seakan berlarian mengaliri seluruh pembuluh darah dengan marathon. Kepalanya pening, berat dan pandangannya memburam. Rasanya seperti mau pingsan secara menyedihkan. Naviza ingin bangun, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD