Aku segera merobek sedikit lengan bajuku untuk mengelap kepala Arman yang berdarah akibat batu yang kulempar. Ini gawat, aku harus segera mencuci lukanya. Kalau dibiarkan, bisa infeksi. Aku segera mencari sekelilingku untuk mencari tumbuh-tumbuhan yang bisa membantu dalam mencegah infeksi. Ah, untunglah ada pohon pisang didekatku. Aku segera mengambil getah pohon pisang itu, dan kuoleskan di kepala Arman yang terluka akibat lemparan batuku. Oke, semoga ini bisa membantu mencegah infeksi. Beberapa menit kemudian, ia segera terbangun, dan langsung siaga. Mukanya amat ketakutan. "Arman, ini aku." Kataku. Ia masih saja ketakutan, dan berusaha menjaga jarak dariku. Aku langsung mendekatinya dan memeluknya. "Arman, ini aku." Kataku. "Un.. Unnamed?" Kata Arman. Huff, akhirnya kesadar

