PROLOG

209 Words
"Enam tahun pisah, kamu pikir udah lepas dari saya? No, Baby, kamu masih milikku dan selamanya akan begitu." Dalam kungkungan Dean, lidah Maudi terasa kelu tak kuasa keluarkan sepatah kata pun. Sorot tajam dari iris almond itu menekan jiwanya sampai dasar. "Kamu sudah ada di genggaman saya. Gak ada lagi celah untuk kamu pergi dari saya, Maudi Shafira." Seluruh isi otak Maudi terasa kosong, dibawa angin kala Dean menempelkan b1bir mereka, memberi sesapan yang lama tak Maudi rasakan setelah kepergian lelaki itu. Maudi pikir hal terburuk dalam hidupnya adalah di-PHK dari restoran tempatnya kerja yang lantas mengharuskan ia melempar tubuhnya ke pr*a hid*ng bel*ng. Lebih dari itu, kini ia di bawah kuasa sang mantan suami, bahkan jabatannya telah naik menjadi asisten owner yang merupakan mantan suaminya sendiri. Terus mendapat perlakuan tak mengenakkan dari bos sekaligus mantan suami, buat Maudi berkali-kali berpikir untuk resign, sementara ia memiliki seorang putri yang menggantungkan hidupnya pada Maudi. Lantas jalan apa yang harus Maudi pilih? Haruskah ia tetap resign dan menjadi wanita b*yaran, seperti yang orang-orang tuduhkan terhadapnya? Ataukah menyerah di bawah kuasa mantan suaminya? Semua hal yang terjadi dalam hidupnya buat Maudi menerka-nerka akan kemauan Tuhan terhadap hidupnya. Namun, kehadiran sang putri dalam hidupnya berhasil enyahkan segala kerumitan yang ia alami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD