CHL - Chapter 72

2008 Words

“Aku bukannya ingin memainkannya lagi nanti. Aku hanya… penasaran.” Maya menambahkan ucapannya secepat yang ia bisa. Terdengar suara tawa lepas membuat Maya menoleh. Pria paru baya itu berbicara dengan bahasa mandarin yang sulit Maya mengerti. Dan Vincent hanya tersenyum pada pria itu. “Dia mengatakan kau adalah dewi keberuntungan Vincent.” Dean mengartikannya untuk Maya. Sontak saja Maya tersenyum lebar. Membalas pria paruh baya itu, dia mengatakan, “Xièxiè.” Hanya empat kalimat bahasa mandarin yang Maya tahu; Pertama, Nǐ hǎo. Kedua, Nǐ jiào shénme. Ketiga, Xièxiè. Terakhir, Méi shìr. Sisanya Tuhan pun tahu Maya tidak pandai bicara bahasa mandarin. “Next time, sit next to me, Woman.” Maya tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangannya setelah mendengar itu. Para pria paruh baya ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD