"Selamat pagi permaisuri ku, calon ibu dari anak-anakku!" Giska mendelik, menatap sinis Andra yang keluar dari kamarnya dengan wajah secerah mentari pagi. "Alay, najis," ketus Giska. Andra nyengir, berdiri di samping Giska yang sedang memasang sepatunya. Bagaimana ini? Giska memakai sepatu saja cantik, Andra kan jadi tambah cinta. "Bareng gue ya kesekolah nya?" Giska menggeleng. "Big no-no! Mending gue naek angkot." "Jangan gitu dong, ntar gak aku kasih uang jajan loh," ujar Andra. "Dih, siapa lo? Bokap gue?" ketusnya. "Bukan, tapi bokap dari calon anak-anak kita nanti," jawab Andra mengedipkan sebelah matanya. "Sumpah, makin hari otak lo makin gak beres kayaknya, butuh di rawat ke rumah sakit jiwa," cibir Giska lalu berdiri. "Tapi serius Gis, uang jajan lo tadi pagi om Ja

