Part 43

1288 Words

Andra berjongkok, ia menyamai tinggi dengan Giska yang duduk di tanah. "Jangan nangis, gue mohon," ujarnya. "Gue ngerasa bersalah kalau lo nangis kayak gini." "Kenapa lo tunangan sama Luna?" pertanyaan itu keluar sendiri dari mulut Giska tanpa bisa ia cegah, gadis itu menatap Andra intens. Andra tersenyum kecil. "Gue suka sama Luna, sebenernya dia temen kecil gue, gue suka dia lebih dulu dibanding gue suka lo." "Jadi maksud semuanya apa Ndra? Maksud semua perlakuan manis lo ke gue selama ini apa?!" teriak Giska meluapkan emosinya. "Lo kasih gue janji, lo bilang cinta sama gue, lo masuk ke kehidupan gue lebih dalem, jadi maksud itu apa?!" Andra merengut. "Jangan marah-marah, nanti cepet tua." "Ndra gue gak bercanda!" air mata Giska kembali tumpah, ia memandang Andra nanar. Andra terke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD