Mampukah Untuk Kembali?

2139 Words

Pagi hari sebelum kekasihnya bangun, Adel sudah membuatkan sarapan untuk Adit. Telur dan sosis cukup untuk mereka berdua. Sambil menikmati sarapan paginya, Adit melirik-lirik nakal ke arah Adel. Dia senang sekali menggoda kekasihnya itu. Lalu tiba-tiba saja kaki Adit bergerak menggelitik kaki Adel sampai membuatnya tertawa geli. Adel kemudian melotot menatap Adit dengan tatapan peringatan yang lucu, kekasihnya ini kadang suka menjengkelkan. “Hmm,” Ucap Adit sambil mengangkat sendok penuh berisi telur untuk disuapkan pada Adel. “Ih, norak deh.” “Aaaa.” Ucap Adit sambil membuka mulutnya lebar agar Adel mengikutinya, Sambil tersenyum malu, Adel akhirnya membuka lebar mulutnya dan memakan makanan yang diberikan Adit. “Habis ini kita belanja yuk. Kamu lagi stress kan?” “Ide bagus, sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD