Sella yang mengerti apa yang terjadi tidak jadi menemui anaknya malam ini, dia mendesah kecewa dan sedih. Berjalan ke depan pintu kosan Adel, dia meletakkan seloyang pizza dan minuman dingin yang ia beli sebelum sampai tadi. Dia menatap pintu itu lekat-lekat, kemudian perlahan pergi. Sampai di luar, Tika yang baru datang dan melihat Sella tersenyum menyapanya. “Tante.” Sapa Tika. “Eh, Tika. Baru pulang?” “Iya, Tante habis bertemu Adel?” Sella menggeleng, “Adel sedang di kamarnya. Oh iya, ada makanan di depan kamar Adel. Kamu makan bareng gih.” “Terima kasih Tante.” Ucap Tika sambil tersenyum. Dia kemudian menatap kamar Adel dan melangkah menemui temannya itu. Sampai di depan kamar, seloyang pizza tergeletak tampak belum disentuh sama sekali. Dia lalu mengetuk kamar Adel. “Del, bole

