"Adel," Sapa Adit terkejut, dia berdiri mematung menatap wanita di depannya. Dia sama sekali tidak berubah, wajahnya tetap sama. Cantik dan polos. Adel tersenyum canggung, "Hei, Adit hmmm, nggak nyangka kita ketemu disini ya." Ucap Adel. "Iya sudah lama sekali, apa kabar kamu?" Tanya Adit dengan sedikit curiga, dia bersikap seperti mereka baru kali ini bertemu lagi. "Baik, oh ya saya turut berduka cita atas kepergian Mama kamu." Tutur Adel, ini sudah satu bulan setelah ibu Adit pergi untuk selamanya. "Terima kasih, kamu tinggal dimana sekarang?" Tanya Adit penasaran. "Di daerah Menteng, kamu sudah tidak di London lagi?" "Saya memutuskan untuk menetap di Jakarta saja.” Adel mengangguk, “Kalau begitu saya permisi.” Ucapnya. Tentu, Adit tidak membiarkan Adel lepas begitu saja. Dia men

