Pukul sepuluh pagi di kantor pusat Meyer Tech biasanya ditandai dengan deru mesin kopi otomatis dan gumam rendah para analis pasar, namun hari ini suasana terasa lebih mencekam. Hannah Meyer belum tiba di kantor sesuai instruksinya semalam, meninggalkan Lukas Weber sendirian di barisan depan birokrasi perusahaan. Lukas memanfaatkan kekosongan itu untuk melakukan sesuatu yang sangat berisiko: ia menyusup ke dalam server arsip log komunikasi dari sepuluh tahun yang lalu.
Jari-jemarinya bergerak ringan di atas papan ketik, menciptakan simfoni ketukan yang ritmis. Ia menggunakan terminal asistennya yang telah ia beri pintu belakang digital melalui sistem HVAC di Bab 5. Tujuannya adalah mencari tahu kebenaran di balik cerita Sebastian Koch tentang pencurian algoritma. Namun, apa yang ia temukan justru membuat darahnya mendingin.
Di layar monitor yang berpendar redup, Lukas menemukan serangkaian log akses yang terhapus namun masih meninggalkan jejak residu di sektor memori tua. Ada jejak digital yang sangat spesifik milik Sebastian Koch. Namun, jejak itu bukan menunjukkan bahwa Sebastian sedang mempertahankan hak ciptanya; jejak itu menunjukkan bahwa Sebastian telah mencoba menyabotase sistem pendingin server pusat Meyer Tech tepat sebelum ia dipecat.
"Jadi kau bukan korban, Sebastian," gumam Lukas pelan, matanya tidak beralih dari barisan kode yang membuktikan bahwa Sebastian telah mencoba menghancurkan data penelitian Meyer Tech dari dalam.
Gema kecurigaan itu mulai merambat di benak Lukas. Jika Sebastian berbohong tentang motifnya, maka seluruh misi ini bukanlah tentang keadilan, melainkan tentang balas dendam buta yang menggunakan Lukas sebagai senjata. Lukas menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit kantor yang putih bersih. Ia merasa seperti bidak catur yang baru saja menyadari bahwa rajanya sedang mencoba membakar seluruh papan permainan.
Tiba-tiba, ponsel rahasia di saku celananya bergetar dengan pola yang agresif. Lukas segera membukanya di bawah meja.
"Cukup dengan pengamatan periferal, Lukas. Aku sudah memberikanmu waktu yang terlalu lama untuk bermain asisten. Targetmu malam ini adalah mencari jalur masuk fisik ke Vault data rahasia di bawah laboratorium Lantai Empat Puluh. Aku butuh skema penguncian biometrik gandanya. Jika kau tidak mendapatkannya dalam dua puluh empat jam, aku akan mengirimkan rekaman percakapan kita di Berlin ke meja Marcus Voss," bunyi pesan dari Sebastian.
Ancaman itu nyata. Lukas memejamkan mata sejenak, mencoba mengatur napasnya. Sebastian sudah mulai kehilangan kesabaran dan beralih ke taktik pemerasan terang-terangan. Lukas terjepit. Di satu sisi, ia menemukan bahwa pemberi perintahnya adalah seorang sabotir; di sisi lain, ia terancam hancur jika tidak menuruti perintah tersebut.
Pintu lift eksekutif berdenting, dan Hannah Meyer melangkah keluar. Ia mengenakan setelan jas berwarna biru navy yang tajam, rambutnya kembali disanggul rapi tanpa celah. Meskipun wajahnya masih sedikit pucat, matanya kembali memancarkan otoritas yang dingin.
"Selamat pagi, Herr Weber. Saya harap laporan yang saya minta semalam sudah siap di meja saya," kata Hannah sambil berjalan melewati meja Lukas tanpa menoleh. Suaranya kembali formal, seolah momen rapuh di lantai kantor semalam hanyalah mimpi buruk yang sudah ia lupakan.
"Selamat pagi, Frau Meyer. Semuanya sudah siap. Saya juga sudah mengatur ulang jadwal rapat Anda dengan dewan komisaris menjadi pukul dua siang agar Anda punya waktu untuk meninjau berkasnya," jawab Lukas, kembali ke topeng profesionalnya yang sempurna.
Hannah berhenti di ambang pintu kantornya dan berbalik. Ia menatap Lukas selama beberapa detik, tatapan yang membuat Lukas merasa setiap rahasianya sedang dipindai oleh sistem keamanan paling canggih di dunia.
"Terima kasih untuk bantuan Anda semalam, Lukas. Tapi mari kita sepakati satu hal: apa yang terjadi di ruangan ini setelah jam kerja, tetap tinggal di ruangan ini. Saya tidak ingin ada desas-desus tentang kelemahan kepemimpinan saya di antara staf lain," ujar Hannah dengan nada datar yang tidak terbantahkan.
"Saya sangat memahami profesionalisme, Frau Meyer. Rahasia Anda adalah prioritas saya," sahut Lukas.
Hannah mengangguk kecil lalu menutup pintunya. Lukas kembali duduk, namun pikirannya kini bercabang. Ia harus mencari cara untuk memenuhi tuntutan Sebastian tanpa benar-benar memberikan kunci menuju kehancuran Hannah. Ia mulai memetakan jalur menuju Vault di Lantai Empat Puluh melalui terminalnya.
Sistem keamanan di sana adalah yang paling ketat. Vault itu menyimpan inti dari Neural-Core, sebuah teknologi yang jika jatuh ke tangan yang salah bisa mengacaukan pasar infrastruktur digital Eropa. Lukas melihat diagram keamanan biometriknya: pemindai retina dan pengenalan pola pembuluh darah di tangan. Hanya ada dua orang yang memiliki akses: Hannah Meyer dan Marcus Voss.
Lukas menyadari bahwa ia tidak mungkin memalsukan data biometrik itu dalam waktu singkat. Namun, ia teringat pada log lama yang ia temukan tadi. Ada sebuah celah di sistem warisan yang belum sepenuhnya dihapus saat transisi ke sistem biometrik modern. Sistem itu masih mengenali protokol akses darurat dari era ayah Hannah.
Sepanjang siang itu, Lukas bekerja dalam ketegangan yang menyesakkan. Setiap kali Hannah memanggilnya untuk urusan dokumen, Lukas harus menekan keinginan untuk berteriak dan memperingatkan wanita itu bahwa ada hantu dari masa lalunya yang sedang mencoba merobek fondasi perusahaannya. Namun, ia tahu bahwa satu kata salah akan membawa mereka berdua ke dalam kehancuran.
Pukul tiga sore, saat Hannah sedang berada di ruang rapat, Lukas menyelinap menuju ruang arsip digital pusat untuk mencari lebih banyak bukti tentang aktivitas Sebastian di masa lalu. Ia menemukan dokumen keuangan rahasia yang menunjukkan bahwa Sebastian telah menggelapkan dana riset sebelum ia dipecat. Kebenaran itu menghantam Lukas lebih keras dari apa pun. Sebastian bukanlah pejuang yang terzalimi; dia adalah parasit yang sedang mencoba kembali ke inangnya.
Gema kecurigaan Lukas kini telah berubah menjadi keyakinan akan pengkhianatan Sebastian. Lukas menyadari bahwa ia sedang diperalat untuk melakukan kejahatan yang jauh lebih besar dari sekadar spionase industri.
Saat ia kembali ke mejanya, ia berpapasan dengan Marcus Voss di koridor. Kepala keamanan itu berhenti tepat di depan Lukas, menghalangi jalannya dengan tubuhnya yang tegap.
"Anda sering sekali berkeliaran di area server hari ini, Herr Weber. Apakah tugas asisten sekarang termasuk memeriksa integritas kabel?" tanya Marcus dengan nada sinis.
"Saya hanya memastikan dokumen fisik yang diminta Frau Meyer sudah terarsip dengan benar di sistem digital, Herr Voss. Efisiensi adalah kunci, bukan begitu?" jawab Lukas tenang, meskipun ia bisa merasakan adrenalin memompa di pembuluh darahnya.
Marcus menyipitkan mata. "Efisiensi bisa menjadi kedok yang bagus untuk rasa ingin tahu yang berlebihan. Ingat, Weber, saya memperhatikan setiap paket data yang keluar dari gedung ini. Jika saya menemukan satu bit pun yang tidak pada tempatnya, Anda akan keluar dari sini dengan borgol, bukan dengan tas kulit Anda."
"Saya menghargai kewaspadaan Anda. Itu membuat saya merasa lebih aman bekerja di sini," sahut Lukas sambil berlalu.
Lukas duduk kembali di mejanya dengan tangan yang sedikit gemetar. Tekanan dari dua sisi kini sudah mencapai titik didih. Sebastian menuntut kunci Vault, sementara Marcus Voss sudah mulai mengendus jejaknya. Di tengah semua itu, ada Hannah yang mulai menaruh kepercayaan pada Lukas, kepercayaan yang didasarkan pada kebohongan yang kini mulai membusuk.
Lukas melihat ke arah pintu kantor Hannah. Ia melihat bayangan wanita itu melalui kaca buram, sedang bekerja keras untuk melindungi warisan yang sedang coba dihancurkan oleh Lukas atas perintah seorang pembohong.
Malam itu, Lukas mengirimkan laporan kepada Sebastian. Namun, laporan itu adalah jebakan yang halus. Ia memberikan jalur masuk ke Vault, namun ia mengarahkan jalur itu ke sebuah server umpan yang berisi data terenkripsi yang akan memakan waktu berbulan-bulan untuk dipecahkan. Ia memberikan apa yang diminta Sebastian, namun dalam bentuk racun yang terbungkus gula.
"Misi diterima. Jalur ke Vault Empat Puluh telah dipetakan melalui sistem warisan. Data biometrik CEO akan menyusul melalui protokol bypass yang sedang saya siapkan," ketik Lukas.
Ia tahu ini hanya menunda waktu. Sebastian akan menyadari penipuan ini cepat atau lambat. Namun bagi Lukas, setiap detik yang ia dapatkan adalah kesempatan untuk mencari cara melepaskan diri dari jeratan Sebastian tanpa menghancurkan Hannah.
Saat ia bersiap untuk pulang, Hannah keluar dari kantornya. Ia berhenti sejenak di depan meja Lukas, menatap asistennya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Terima kasih untuk hari ini, Lukas. Anda menangani investor Zurich dengan sangat baik. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpa asisten seefisien Anda belakangan ini," kata Hannah.
Lukas hanya bisa menunduk, tidak berani menatap mata Hannah secara langsung. "Itu sudah menjadi tugas saya, Frau Meyer."
"Selamat malam, Lukas. Pulanglah dan istirahatlah yang cukup. Anda tampak seolah sedang memikul beban seluruh dunia di bahu Anda," ujar Hannah sebelum berlalu menuju lift.
Lukas berdiri sendirian di kantor yang gelap. Gema kecurigaan itu kini berubah menjadi kesunyian yang menyakitkan. Ia tahu bahwa ia sedang mengkhianati kepercayaan yang tulus, namun ia juga tahu bahwa di dunia spionase Frankfurt, kejujuran adalah kemewahan yang tidak bisa ia beli. Ia melangkah keluar dari gedung Meyer Tech, merasa bahwa setiap langkahnya adalah pengkhianatan baru terhadap wanita yang mulai ia kagumi.
Malam itu, di bawah langit Frankfurt yang mendung, Lukas Weber menyadari bahwa ia bukan lagi sekadar hantu di dalam mesin. Ia adalah hantu yang sedang jatuh cinta pada korbannya, dan itu adalah kegagalan sistem yang paling mematikan yang pernah ia hadapi dalam hidupnya.