Lampu indikator di sudut meja kerja Lukas berkedip dengan warna merah pucat yang hampir tidak terlihat jika tidak diperhatikan dengan seksama. Itu adalah peringatan dari skrip pemantau yang ia tanam di dalam sistem pendingin lantai empat puluh dua. Awalnya, Lukas merancang anomali ini sebagai gangguan kecil untuk mengalihkan perhatian Marcus Voss, namun data yang mengalir di layarnya saat ini menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan. Beban kerja prosesor pada server cadangan melonjak hingga sembilan puluh persen tanpa alasan yang jelas. Lukas merasakan hawa dingin merambat di punggungnya. Ini bukan bagian dari rencananya. Ia hanya menyuntikkan paket data seukuran beberapa kilobit untuk menciptakan lag transmisi, bukan sebuah serangan pemakan memori yang masif. Sambil berpura-pu

