MOMEN KERAPUHAN BERSAMA

1563 Words

Langit di atas Frankfurt seolah tumpah tepat ketika jam menunjukkan pukul tujuh malam. Guntur menggelegar dahsyat, menggetarkan kaca-kaca tebal di lantai empat puluh dua gedung Meyer Tech. Hujan turun begitu lebat hingga pemandangan kota di bawah sana lenyap, digantikan oleh dinding air kelabu yang pekat. Lukas Weber berdiri di dekat jendela kantor pusat, memerhatikan kilat yang menyambar-nyambar. Di dalam ruangan, lampu-lampu sempat berkedip sebelum akhirnya sistem tenaga cadangan mengambil alih, menyisakan pencahayaan temaram yang memberikan kesan sunyi dan terisolasi. Aroma ozon dari petir di luar menyelinap masuk melalui sistem sirkulasi udara, bercampur dengan bau kertas lama dan sisa toner dari printer yang masih hangat. Lukas menghela napas panjang. Setelah seharian penuh ia menyib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD