BADAI YANG MENDATANG

1508 Words

Langit Frankfurt pagi ini tampak seperti hamparan abu yang digantung rendah di atas cakrawala. Awan tebal bergulung-gulung, membawa aroma lembap tanah yang terjepit di antara beton-beton tinggi, sementara angin kencang mulai bersiul di antara celah gedung Meyer Tech. Di lantai eksekutif, suasana jauh lebih mencekam daripada cuaca di luar sana. Lukas Weber duduk di meja kerjanya, menatap kosong ke arah layar monitor yang masih menampilkan sisa-sisa jejak korespondensi pengkhianatan Sebastian yang ia temukan semalam. Tangannya yang dingin menggenggam cangkir kopi yang isinya sudah lama kehilangan uap panasnya, meninggalkan rasa pahit yang membekas di lidahnya. "Lukas, kau punya waktu sebentar? Aku butuh seseorang untuk bicara," suara Hannah Meyer terdengar parau dari ambang pintu. Lukas se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD