Dinginnya pendingin ruangan di pusat kendali data Meyer Tech terasa menusuk hingga ke sumsum tulang, namun keringat tipis tetap merembes di pelipis Lukas Weber. Cahaya biru neon dari deretan monitor raksasa memantul di bola matanya, menciptakan kesan robotik yang kontras dengan gejolak batin yang sedang mengamuk di balik dadanya. Bau ozon dan sirkuit panas memenuhi ruangan yang sunyi itu, hanya dipecah oleh dengung konstan dari ribuan server yang menyimpan rahasia perusahaan. Lukas tahu bahwa setiap detik yang ia habiskan di sini adalah pertaruhan nyawa. Ia bukan lagi sekadar penyusup; ia adalah pengkhianat bagi tuannya, Sebastian Koch, demi melindungi wanita yang kini telah menjadi pusat semestanya. Jari-jarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan yang mematikan. Suara klik yang rit

