Keheningan di dalam ruangan kantor CEO Meyer Tech terasa semakin mencekam, meski di sisi lain, ada sebuah keintiman yang menyesakkan d**a. Di luar sana, amukan badai salju Frankfurt masih terus menyerang kaca-kaca jendela yang kokoh, menciptakan suara desing angin yang terdengar seperti rintihan panjang yang tak kunjung usai. Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh cahaya darurat kemerahan yang temaram, Lukas Weber masih duduk terjaga di samping sofa. Ia bisa mencium aroma melati yang kental, aroma yang kini telah menyatu dengan bau kain jas wol miliknya yang menyelimuti tubuh Hannah Meyer. Lukas merasakan setiap detak jantungnya berdenyut di ujung jarinya. Getaran yang tak terjelaskan dari babak sebelumnya masih menyisakan sisa-sisa ketegangan yang membuat sarafnya terjaga. Ia menatap

